Jumat, 09 November 2018

Audit Sistem Informasi

Audit Sistem Informasi "Chapter 10"

Nama : Wahyu Nugroho
NPM : 1B117173
Kelas : 5KA44

Saya akan merangkum buku yang sudah selesai saya baca, yaitu buku IT, Audit, Control And Security.
            Pada buku itu menjelaskan bahwa IT Aplikasi itu merupakan alat yang membawa nilai untuk sistem komputer. Dijelaskan bahwa aplikasi it ini relatif sederhana sampai dengan yang sangat kompleks. Dibuku itu juga menjelaskan bahwa it yang sedang berkembang dan dipesan oleh vendor pada saat ini yaitu berbasis web, kemudian ada juga yang spreadsheet atau dekstop database. Kemudian juga ada Input File dan Database, Database sistem komputer ini adalah metode pengorganisasian data dalam format sedemikian rupa, sehingga elemen penting sangat berhubungan satu dengan yang lainnya. Kebanyakan perusahaan menggunakan sistem database hirarki.
            Program, aplikasi-aplikasi diproses melalui serangkaian program komputer mesin. Dijelaskan program komputer itu merupakan seperangkat instruksi yang mencakup setiap detail suatu proses. Arsitektur program komputer yang sering dikembangkan yaitu COBOL. Kemudian ini menjadi keuntungan bagi programmer, karenabanyak perusahaan yang membeli paket perangkat lunak itu. Didalam buku itu juga menceritakan tentang Komponen Aplikasi IT Output, kemudia ada juga mengenai Memilih Aplikasi Untuk Tinjauan Audit TI, digunakan cara untuk meninjau aplikasi sesaat setelah implementasi sistem yang sebenarnya. Selanjutnya melakukan kontrol pengendalian aplikasi, kemudian melakukan review walk-through aplikasi. Kemudian diberitahu juga strategi Peninjauan Auditor TI tergantung pada :

 1.  Aplikasi utamanya menggunakan komponen perangkat lunak yang dibeli tau dikembangkan dirumah.
 2.    Aplikasi terintegrasi dengan orang lain atau merupakan proses yang terpisah. 
 3.    Menggunakan penyedia layanan berbasis Web, klien-server.
 4.    Kontrolnya sebagian besar otomatis atau memerlukan tindakan intervensi manusia yang luas.


Minggu, 04 November 2018

Ilmu Sosial Dasar

Tugas - 2 ( Ilmu Sosial Dasar )

1. Bagaimana sariwangi bisa bangkrut? 

       Produsen teh PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi A.E.A) dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (Indorub), akhirnya dinyatakan pailit oleh pengadilan setelah terjerat utang maha besar.
       Sengketa utang-piutang Sariwangi dan Indorub dimulai ketika proses PKPU keduanya berakhir damai pada 9 Oktober 2015. Sariwangi memiliki tagihan senilai Rp1,05 triliun, sedangkan Indorub punya tagihan sebesar Rp35,71 miliar. Mengutip salinan putusan pengadilan, restrukturisasi utang pokok Sariwangi dan Indorub baru akan dibayar setelah waktu tenggang atau grace period selama enam tahun pasca-homologasi. Sedangkan utang bunga harus langsung dibayar per bulan, selama delapan tahun pascahomologasi. Rinciannya, utang bunga denominasi dolar AS sebesar 2 persen dan utang bunga mata uang rupiah sebesar 4,75 persen selama dua tahun pertama. Untuk tahun ketiga dan keempat, dikenakan utang bunga sebesar 3 persen untuk dolar AS dan sebesar 5,5 persen untuk mata uang rupiah.
        Beban bunga sebesar 4 persen dan 6,5 persen masing-masing dibebankan untuk utang valas dan rupiah di tahun kelima dan keenam. Sedangkan tahun ketujuh dan kedelapan, Sariwangi dan Indorub dibebankan membayar utang bunga sebesar masing-masing 5 persen dan 7,5 persen untuk denominasi dolar AS dan mata uang garuda. Kewajiban senilai $416 ribu dan $42 ribu milik Sariwangi dan Indorub, hanyalah baru utang bunga pada tahun pertama terhadap ICBC. Tagihan utang bunga ini seharusnya dicicil tiap bulan pasca-homologasi. Namun, dalam perjanjian perdamaian sekaligus juga disepakati bahwa pembayaran dapat ditangguhkan selama 12 bulan dan bisa dilunasi pada 9 Oktober 2016. Namun, Sariwangi maupun Indorub tidak pernah melakukan pembayaran utang bunga bahkan sampai dengan tahun berikutnya yaitu 9 Oktober 2017. Pembayaran baru dilakukan pada Desember 2017 sebesar Rp500 juta dan berlangsung secara berkala sampai dengan Agustus 2018. Ini pun hanya datang dari pihak Indorub, tanpa ada kepatuhan dari Sariwangi.          Pada perjanjian utang berdasarkan cross default yaitu perjanjian tanggung-menanggung alias tanggung renteng, maka jika Sariwangi tidak membayar utang bunga, Indorub terkena getah untuk membayar. Sehingga, ketika Sariwangi tidak bayar dan melakukan wanprestasi, maka Indorub juga dinyatakan demikian.
        Catatan ICBC, hingga 24 Oktober 2017, setelah ditambahkan bunga total nilai tagihan Sariwangi senilai Rp288,932 miliar dan Indorub sebesar Rp33,827 miliar. Rincian kewajiban senilai Rp1,05 triliun untuk tagihan Sariwangi berasal dari 5 kreditur separatis (kreditur yang memegang jaminan) senilai Rp719,03 miliar, 59 kreditur konkuren (kreditur yang tak memegang jaminan) Rp334,18 miliar, dan kreditur preferen (kreditur yang haknya jadi prioritas) senilai Rp1,21 miliar. Untuk Indorub, kewajiban utang senilai Rp35,71 miliar dengan rincian 5 kreditur separatis senilai Rp31,50 miliar, 19 konkuren senilai Rp3,28 miliar, dan preferen sebesar Rp922,81 juta.

 2. Apa hubungan sariwangi dan uniliver? 

         PT Unilever Indonesia Tbk selaku pemegang merek atau brand teh Sariwangi memberikan penegasan bahwa produknya ini tetap berproduksi meski produsen teh, PT Sariwangi Agricultural Estate Agency dinyatakan pailit oleh PN Niaga Jakarta Pusat.
         Head of Corporate Communications Unilever Indonesia Maria D Dwianto menjelaskan, Unilever Indonesia telah mengakuisisi atau membeli brand teh celup Sariwangi dari perusahaan bernama PT Sariwangi Agricultural Estate Agency.
         Hubungan Unilever, teh Sariwangi dengan PT Sariwangi Agricultural Jadi pada 1989, (produsen teh Sariwangi) jual brandnya itu ke Unilever Indonesia. Tapi mereka kemudian meminta izin untuk tetap memakai nama PT Sariwangi. Dia melanjutkan, walaupun brand sudah dijual, PT Sariwangi Agricultural kemudian menjadi mitra kerja Unilever. Di mana perusahaan ini tetap memproduksi beberapa varian Sariwangi. Jadi walaupun brand sudah dibeli, PT Sariwangi itu menjadi mitra atau rekan bisnis kita yang melakukan produksi.

 3. Bagaimana peran unilever terhadap sariwangi? 

         Berkaitan dengan berita yang beredar mengenai salah satu brand kami yaitu SariWangi, Unilever sebagai pemilik brand ingin menyampaikan:
        Unilever tetap memproduksi SariWangi, sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati teh SariWangi. Sementara mengenai PT. Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT. Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW), keduanya bukan merupakan bagian ataupun anak dari PT. Unilever Indonesia Tbk.
        SAEA pernah menjadi rekanan usaha Unilever untuk memproduksi merek teh SariWangi, namun saat ini Unilever sudah tidak memiliki kerjasama apapun dengan SAEA.

 4. Bagaimana kondisi sariwangi terhadap produknya? 

       Unilever sebagai perusahaan yang telah mengakuisisi nama produk pun menjelaskan bahwa produk SariWangi akan tetap beredar. Unilever menjelaskan bahwa perusahaan tersebut akan tetap memproduksi teh SariWangi dan tidak terpengaruh atas PT SAEA yang dinyatakan pailit. Berkaitan dengan berita yang beredar mengenai salah satu brand kami yaitu SariWangi, Unilever sebagai pemilik brand ingin menyampaikan: Unilever tetap memproduksi SariWangi, sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati teh SariWangi. Lebih jauh, Unilever Indonesia menjelaskan bahwa PT. Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT. Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW) bukanlah bagian dari PT. Unilever Indonesia Tbk. Sementara mengenai PT. Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dan PT. Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW), keduanya bukan merupakan bagian ataupun anak dari PT. Unilever Indonesia Tbk. Dua perusahaan yang kini dinyatakan pailit tersebut memang pernah menjalin kerjasama dengan PT. Unilever Indonesia Tbk.
       Namun kini sudah tak ada kerjasama dalam bentuk apapun lagi dan nama produk sudah diakuisisi. Pendeknya, PT. SAEA bukanlah produsen dari teh SariWangi yang masih akan tetap beredar di pasaran.  Sehingga pailitnya perusahaan tersebut tidak mempengaruhi produksi teh merek SariWangi. Produksi teh SariWangi akan menjadi tanggungjawab dari Unilever Indonesia sebagai pemilik dari merek dagang tersebut. Dalam kata lain, yang bankrut bukanlah merek teh SariWangi, namun PT. SAEA yang pernah memasok komoditas daun teh untuk teh SariWangi yang merek dagangnya sudah menjadi milik Unilever Indonesia. Pihak Unilever Indonesia pun mengajak agar masyarakat terus mengonsumsi teh SariWangi bersama keluarga.

Sumber : 
https://today.line.me/id/pc/article/Kenapa+Perusahaan+Teh+Sariwangi+Bisa+Pailit- http://jateng.tribunnews.com/2018/10/18/unilever-pastikan-teh-sariwangi-tetap-diproduksi-dan-dapat-dinikmati-begini-penjelasannya?page=4  
http://www.tribunnews.com/section/2018/10/18/perusahaan-sariwangi-dinyatakan-pailit-pt-unilever-pastikan-tetap-produksi-teh-celup-sariwangi?page=2

Sabtu, 03 November 2018

Metode Penelitian

TUGAS METODE PENELITIAN

Tentang Terapan

Penelitian terapan adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan tertentu secara praktis. Penelitian ini tidak berfokus pada pengembangan sebuah ide, teori, atau gagasan, tetapi lebih berfokus kepada penerapan penelitian tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ciri utama dari penelitian ini adalah tingkat abstraksi yang rendah, dan manfaat atau dampaknya dapat dirasakan secara langsung.

Kelebihan Terapan

Kelebihan dari penelitian ini adalah dapat digunakan dalam jangka pendek, praktis, tidak memakan waktu yang lama, serta dapat digunakan oleh para pelaku bisnis, kantor pemerintahan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan institusi pendidikan.

Kelemahan Terapan

Kelemahannya adalah dapat berakibat fatal jika terjadi salah penginterpretasian, pembuat keputusan hanya mau tahu hasil akhirnya saja, hasilnya sulit untuk dipublikasikan secara luas kepada publik, dan mudah menimbulkan implikasi (dampak) tertentu. 

Contoh dari penelitian terapan yaitu :

1.Penelitian Evaluasi, yaitu penelitian yang diharapkan dapat memberikan masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih alternatif tindakan.

2.Penelitian dan pengembangan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengambangkan produk sehinggan produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih tinggi.

3.Penelitian tindakan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk segera dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yang ada.

4.Survey konsumen yang dilakukan oleh sebuah toko dan supermarket,penelitian tindakan tentang alat-alat teknologi pertanian dan alat produksi.


Nama Kelompok :
Abu Yazid Bustomy
Wahyu Nugroho

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Penelitian_terapan
https://ikhyakhmad.blogspot.com/2017/11/contoh-penelitian-basic-dan-terapan.html

Pengertian Penelitian Terapan, Kelabihan dan Kekurangan




Tentang Terapan

Penelitian terapan adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan tertentu secara praktis. Penelitian ini tidak berfokus pada pengembangan sebuah ide, teori, atau gagasan, tetapi lebih berfokus kepada penerapan penelitian tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ciri utama dari penelitian ini adalah tingkat abstraksi yang rendah, dan manfaat atau dampaknya dapat dirasakan secara langsung.

Kelebihan Terapan

            Kelebihan dari penelitian ini adalah dapat digunakan dalam jangka pendek, praktis, tidak memakan waktu yang lama, serta dapat digunakan oleh para pelaku bisnis, kantor pemerintahan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan institusi pendidikan.

Kelemahan Terapan

Kelemahannya adalah dapat berakibat fatal jika terjadi salah penginterpretasian, pembuat keputusan hanya mau tahu hasil akhirnya saja, hasilnya sulit untuk dipublikasikan secara luas kepada publik, dan mudah menimbulkan implikasi (dampak) tertentu.

Contoh dari penelitian terapan yaitu :

      1. Penelitian Evaluasi, yaitu penelitian yang diharapkan dapat memberikan masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relative dari dua atau lebih alternative tindakan.
      2. Penelitian dan pengembangan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengambangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih tinggi.
      3. Penelitian tindakan, yaitu penelitian yang dilakukan untuk segera dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yang ada.
      4. survey konsumen yang dilakukan oleh sebuah toko dan supermarket,penelitian tindakan tentang alat-alat teknologi pertanian dan alat produksi.

      Nama Kelompok :
1.      Abu Yazid Bustomy
2.      Wahyu Nugroho

Kelas : 5KA44


Sumber :