Minggu, 10 November 2013

SIM Bank BUKOPIN






Sistem Informasi Manajemen Bank BUKOPIN

Tentang Bank BUKOPIN

PT Bank Bukopin Tbk (Kode Emiten BEI: BBKP), bank menengah terkemuka yang fokus pada pengembangan UKM menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT (Persero) Jamsotek bersama Pemerintah Kabupaten Kampar mengenai kemitraan strategis dalam rangka mendukung program pembangunan Kabupaten Kampar menuju zero kemiskinan, yaitu peningkatan ekonomi rakyat berbasis koperasi.

Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT. Bank Bukopin, Tbk.Glen Glenardi, Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) Hotbonar Sinaga, serta Bupati Kampar H Jefry Noer bertempat di Kantor Pusat Bukopin, MT Haryono, Senin 30 Juli 2012 dengan disaksikan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Bapak DR.Syarifuddin Hasan, MM. MBA

Nota kesepahaman ini mengusung konsep “Kabupaten Koperasi” sebagai pilar menuju zero kemiskinan. PT Bank Bukopin Tbk., akan menjadi mitra pembangunan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mendukung program-program zero kemiskinan Kabupaten Kampar melalui pengembangan sistem koperasi berbasis Swamitra.

Dalam nota kesepahaman tersebut, turut pula menyepakati beberapa poin kesepakatan, diantaranya kerjasama dalam rangka program penyediaan layanan publik kepada masyarakat Kabupaten Kampar, meliputi program peningkatan ketahanan pangan, penataan kawasan dan permukiman, termasuk sistem informasi publik; serta kerjasama dalam rangka penyediaan dan pengembangan infrastruktur di Kabupaten Kampar.

Kemudian melalui kesempatan ini, dilakukan kerja sama dalam rangka program ketenagakerjaan, dalam hal ini perluasan kepesertaan mencakup peningkatan dan pengembangan program Jamsostek masyarakat Kabupaten Kampar, khususnya bagi pekerja informal dan pekerja sosial.

Menurut Dirut Bank Bukopin, Glen Glenardi, potensi ekonomi mikro di Indonesia sangat besar. Oleh karena itu, sejak tahun 1997 Bank Bukopin meluncurkan program Swamitra untuk membina dan mengembangkan ekonomi rakyat.

Kemitraan ini merupakan salah satu upaya Perseroan untuk meningkatkan perekonomian rakyat melalui Program SWAmitra yang dikembangkan Bukopin. Saat ini program SWAmitra telah mengelola dana sebesar Rp.1,39 triliun yang tersebar di 603 titik layanan SWAmitra di Indonesia.”



Kemitraan dengan Kabupaten Kampar merupakan salah satu upaya Bank Bukopin dalam rangka memperluas layanan dari Swamitra Bukopin, yang sangat sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Kampar. Swamitra adalah bentuk kerjasama atau kemitraan Bank Bukopin dengan Koperasi yang dibangun berdasarkan pada pertimbangan kepentingan yang sama untuk menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak.

Melalui program ini, Bank Bukopin berupaya memfasilitasi para pengusaha yang feasible (layak) tapi belum bankable (belum memenuhi kriteria perbankan) untuk memperoleh dana tambahan pengembangan usaha. Karena sebagai bank, Bukopin tidak bisa langsung memberikan bantuan modal, maka Bank Bukopin mengembangkan Koperasi sebagai lembaga non-bank yang bisa dibina serta boleh memobilisasi dana.



   Pengembangan koperasi berbasis Swamitra di Kabupaten Kampar akan mencakup 4   model koperasi yang saling terintegrasi:


Ø Koperasi Simpan Pinjam; simpan-pinjam untuk perkampungan teknologi dan masyarakat sekitar,

Ø  Koperasi Waserda; distribusi bahan pokok (sembako) dan sarana produksi tani (saprodi),

Ø  Koperasi Sentra; pembiayaan petani/ peternak dengan konsep inti-plasma untuk berbagai komoditas, dan

Ø  Program kepemilikan aset bersama, yaitu koperasi skala besar untuk investasi aset produktif secara kolektif



Visi Perusahaan

Menjadi lembaga keuangan terkemuka dalam pelayanan jasa keuangan yang terintegrasi.

Misi Perusahaan


1.      Memberikan solusi jasa keuangan yang unggul dan komprehensif yang memenuhi kebutuhan nasabah dalam dunia usaha, individu dan keluarga.



Berperan aktif dalam mengembangkan Usaha Menengah, Kecil dan Mikro yang berdaya saing.

Membangun keterlibatan (engagement) karyawan dalam meningkatkan produktivitas untuk kesejahteraan karyawan.

Meningkatkan nilai tambah investasi bagi pemegang saham melalui pengelolaan usaha yang pruden.




Penghargaan dan Pengakuan Tingkat Nasional dan Internasional
Tahun 2012 :
  • Infobank Platinum Awards 2011
    Awarded for Financial Performance Excellence Bank 2002-2011
  • First Bank ISO 20000
    Awarded for being the first bank in Indonesia that received the Certification ISO 20000-1:2011 of Quality Management System
  • Indonesia Banking Award Best Performance Banking 2012 Awarded for National Private Bank Category (Asset > 50 T) from Tempo Magazine and Perbanas
  • Certification of ISO 20000-1:2011
    For providing the electric utility connection system and the core banking saving system from British Standards Institute
Tahun 2011 :
  • Indonesia Bank Loyalty Award 2011 awarded to Bank Bukopin as Indonesian Bank Loyalty Champion 2011
    Category : Saving Account Conventional Banking (asset < IDR 65 trilliun)
  • Indonesia Brand Champion 2011
    Category : Brand Equity Champion of Conventional banking (asset < IDR 65 trilliun)
  • Service To care Indonesia Award 2011
    Bank Bukopin as Indonesia Service To Care Champion 2011
    Category : Conventional Banking (Asset < IDR 65 trilliun)
  • Banking Service Excellence Awards 2011 oleh Majalah Infobank
    2nd Best Mobile Banking Commercial Bank
  • Banking Service Excellence Awards 2011 oleh Majalah Infobank
    10th Best Performance Overall Commercial Bank
  • Infobank Award 2011 Bank Yang Berpredikat Sangat Bagus Atas Kinerja Keuangan tahun 2010
  • Banking Service Excellence Awards 2011 oleh Majalah Infobank
    3rd Best SMS Banking Commercial Bank
  • Piagam Penghargaan Adiupaya Puritama sebagai peringkat ketiga Bank Plekasana Program FLPP 22 September 2011
  • Rekor Bisnis sebagai Bank Pertama Yang Serentak Melakukan Pameran Tabungan Terbanyak di Indonesia oleh Harian Seputar Indonesia
  • Indonesia Property & Bank Award 2011 oleh Majalah Property & Bank
    The Most Favourite Banking Hall service Concept


Tahun 2010 :
  • Banking Service Excellence Award 2010, "2nd Best Mobile Banking"
    diselenggarakan oleh MRI dan Majalah InfoBank
  • Banking Service Excellence Award 2010, "9th Best Perforemance Overall
    diselenggarakan oleh MRI dan Majalah InfoBank
  • CBE Award 2010 ini Bank Bukopin mendapatkan penghargaan sebagai pemenang Bank Paling Kreatif
    di mata Profesional Consumer Banking - Bank Beraset di Bawah Rp 50 Triliun untuk kategori :
    * Wealth Management - Menempati Peringkat 1 (Satu)
    * Tabungan - Menempati Peringkat 2 (Dua)
    * Kredit Kendaraan Bermotor - Menempati Peringkat 1 (Satu)
    * KPR - Menempati Peringkat 1 (Satu)
Tahun 2009 :
  • InfoBank Award 2009 Bank yang berperdikat "Sangat Bagus" atas Kinerja Keuangan tahun 2008
    (Diselenggarakan oleh Majalah InfoBank)
Tahun 2008:
         Dengan kinerja usaha yang terus tumbuh dengan sehat disertai inovasi produk dan            peningkatan kualitas layanan, Bank Bukopin telah memperoleh penghargaan yaitu:
  • Penghargaan InfoBank Golden Trophy dari majalah Infobank dengan predikat bank berkinerja sangat bagus
    selama lima tahun berturut-turut.
  • Penghargaan Banking Service Excellence Award 2006-2007 dari Marketing Research Indonesia (MRI) dan
    Majalah InfoBank sebagai 6th Best Overall Performance
Tahun 2007:
  • Penghargaan InfoBank Golden Trophy dari majalah Infobank dengan predikat bank berkinerja sangat bagus
    selama lima tahun berturut-turut.
  • Penghargaan Banking Service Excellence Award 2006-2007 dari Marketing Research Indonesia (MRI) dan
    Majalah InfoBank sebagai 6th Best Overall Performance.


Tahun 2006:
  • InfoBank Award: Penghargaan untuk kinerja keuangan bank dengan predikat “Sangat Bagus” dari
    majalah InfoBank.
  • InfoBank Golden Trophy : Penghargaan untuk kinerja keuangan bank dengan predikat “Sangat Bagus”
    dari tahun 2001 sampai dengan 2005 dari majalah InfoBank.
  • Banking Service Excellence Award : Penghargaan untuk service Bank Bukopin sebagai 6th Best Overall
    Performance dari majalah InfoBank dan Marketing Research Indonesia (MRI).
  • Indonesia Property Award 2006 : Penghargaan sebagai The Rising Star for Consumer Loan (KPR dan
    KPA) dari majalah Property & Bank.
  • Bisnis Indonesia Award 2006 : Penghargaan sebagai salah satu nominasi Bank Nasional Terbaik 2006
    dari harian Bisnis Indonesia.
  • Investor Syariah Award 2006 : Penghargaan sebagai bank unit usaha syariah kategori aset di atas
    Rp 100 miliar – Rp 500 miliar dari majalah Investor.
Tahun 2005 :
  • Infobank Award untuk Kinerja keuangan dengan predikat “Sangat Bagus” dari Majalah Infobank.
  • InfoBank Golden Trophy untuk kinerja keuangan bank dengan predikat “Sangat Bagus” dari tahun 2000
    sampai dengan 2004 dari majalah InfoBank.
  • Islamic International Banking Product Award untuk Bank Bukopin Syariah Kategori “The Fastest Growth of
    Funding” dari Karim Business Consulting, Singapore 2005

 Tahun 2004 :
  • InfoBank Golden Trophy 2004 untuk kinerja keuangan bank dengan predikat “Sangat Bagus”
    1999 – 2003 dari Majalah InfoBank.
  • Penghargaan sebagai Lembaga Keuangan Peduli Masyarakat Pesisir dari Departemen Kelautan dan
    Perikanan RI.
  • Penghargaan sebagai bank pelaksana Kredit Ketahanan Pangan (KKP) Terbaik II tahun 2004 dari .
    Departemen Pertanian RI
  • Islamic Banking Award 2004 untuk 3 kategori yaitu Amazing Achievement Award 
  • kategori The Most
    Efficient; Outstanding Achievement Award kategori The Most Profitable dan Outstanding Achievement
    Award kategori the Highest Financing Intermediary dari Karim Business Consulting (KBC) bekerjasama
    dengan Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) dan Majalah Manajemen.
  • Islamic Banking Quality Award 2004 untuk kategori The Best Office Equipment dan The Most Comfortable
    Office dari Majalah Ekonomi dan Bisnis Syariah Modal bekerjasama dengan Karim Business Consulting
    (KBC).
Tahun 2003 :
  • Infobank Award untuk Kinerja keuangan dengan predikat “Sangat Bagus” dari Majalah Infobank
  • Penghargaan sebagai Bank Terbaik 2003 untuk kategori bank umum rekap dengan aset di atas
    Rp 10 triliun sampai dengan Rp 50 triliun dari Majalah Investor.
  • Lima besar bank umum swasta nasional devisa teraman versi majalah Pilar Bisnis edisi Mei 2003.
  • Kapital Banking Award 2003 sebagai “The Excellent Bank in Collecting Customer’s Fund Category
    Absolute Growth in Rupiah” dari Majalah Kapital.
  • Penghargaan sebagai “Mitra Terpercaya Tahun 2003 Kategori Bank Umum Swasta Nasional Devisa”
    dari Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), bulan Oktober 2003.
  • Penghargaan sebagai “Collecting Agent Host to Host Terbaik I Tahun 2003” dari Telkom


Tahun 2002 :
  • Infobank Award untuk Kinerja keuangan dengan predikat “Sangat Bagus” dari Majalah Infobank.
  • Penghargaan untuk pelayanan prima berupa “Banking Service Excellence Awards” dari Majalah Infobank.
  • Penghargaan untuk pelayanan prima berupa “Banking Service Excellence Awards” dari Marketing
    Research Indonesia (MRI).
  • Sertifikat Sistem MP3 On-Line untuk pemenuhan standar financial transaction sebagai pengakuan
    keandalan teknologi Bank Bukopin dari Direktorat Jenderal Pajak – Departemen Keuangan RI.
  • Penghargaan sebagai “Collecting Agent Host to Host Terbaik III Tahun 2002” dari Telkom.
Tahun 2001 :
  • Infobank Award untuk Kinerja keuangan dengan predikat “Sangat Bagus” dari Majalah Infobank.
Tahun 2000 :
  • Peringkat ke 2 untuk kategori “Highest Return on Equity” dan “Largest Return on Asset” dari 500 bank
    di kawasan Asia Pasifik versi Majalah Asiaweek edisi 15 September 2000.
  • Infobank Award untuk Kinerja keuangan dengan predikat “Sangat Bagus” dari Majalah Infobank.
Tahun 1999 :
  • Asian Banking Award ’99 kategori “Commercial Credit and Program” untuk produk Swamitra
    dari Asian Bankers Association - Filipina.
  • Infobank Award untuk Kinerja keuangan dengan predikat “Sangat Bagus” dari Majalah Infobank.


Budaya Perusahaan merupakan suatu cerminan aturan perilaku yang umum disebut dengan Kode Etik. Dalam menjalankan kegiatan usahanya serta menimbang nature bisnis yang dijalankan Bank Bukopin erat dengan unsur "Trust" (Kepercayaan), maka sebagai suatu organisasi, Bank Bukopin dituntut untuk memiliki suatu aturan yang mengikat seluruh jajarannya dalam bertindak sesuai dengan standar tertinggi dalam integritas profesional dan personal di seluruh aspek kegiatan perusahaan, serta mematuhi seluruh undang-undang, tata tertib, peraturan dan kebijakan Perusahaan.
Berkenaan dengan hal tersebut, Bank Bukopin telah mengembangkan nilai-nilai dasar yang menjadi inti dari pengembangan budaya perusahaan Bank Bukopin yang mencakup 5 budaya perusahaan :

1.
Professionalism (Profesionalisme)

menguasai tugas dan bertanggung jawab untuk memberikan hasil terbaik. Perilaku utama:

- Kompeten
- Bertanggung jawab

2.
Respect Others (Respek kepada pihak lain)

menghargai peran dan kontribusi setiap individu, saling membantu serta peduli lingkungan untuk menghasilkan sinergi positif. Perilaku utama :

- Peduli dan bekerja sama
- Ramah, santun dan komunikatif


3.
Integrity (Integritas)

mengutamakan kejujuran, ketulusan, kedisiplinan dan komitmen untuk membangun kepercayaan. Perilaku utama :

- Jujur dan tulus
- Disiplin dan berkomitmen


4.
Dedicated to Customer (Mengutamakan nasabah)

mengutamakan pelayanan dan kepuasan nasabah. Perilaku utama :

- Orientasi pada kecepatan, kemudahan, kenyamanan
- Proaktif dan responsive


5.
Excellence (Kesempurnaan)

melakukan perbaikan terus-menerus untuk meningkatkan nilai tambah dan selalu menjadi yang terbaik. Perilaku utama :

- Inovatif dan kreatif
- Orientasi pada nilai tambah dan hasil terbaik





Kesimpulan

Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Kegunaan / Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing. tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa kegunaan/fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
 
1.  Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2.  Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi  secara kritis. 
3.  Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4.  Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi. 
5.  Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6.  Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru. 
7.  Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8.  Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. 
9.  Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi. 
10. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
11. SIM untuk Pendukung Pengambilan Keputusan.

Sistem informasi manajemen memiliki karaktetistik sebagai berikut:

a.  SIM tidak mencatat data ke dalam basis data, karena hal ini sudah dilakukan oleh SPT. SIM hanya mengambil atau membaca data dari basis data.
b.  SIM banyak mengolah informasi menjadi informasi baru dengan pengolahan informasi. Dalarn beberapa hal, pengolahan informasi bisa saja menjadi satu proses dengan pengolahan data yang ada pada SPT. 
c.  Informasi dihasilkan melalui berbagai media, baik softeopy (melalui tampilan layar, suara, atau tanda tanda tertentu. n lisalnya alarm) maupun hardcopy (dalam bentuk cetakan). Informasi tercetak diperlukan untuk informasi yang bersifat jangka panjang dan memerlukan analisis, misaInya laporan keuangan atau laporan penjualan. Sedang laporan soficopy diperlukan untuk informasi yang relatif sederhana dan ddak mernerlukan anahsis dalarn waktu lama, misaInya informasi saldo rekening bank dan status kiriman paket.
d.  Informasi yang dihasilkan diperlukan untuk membuat keputusan terstruktur dan keputusan semi terstruktur. 
e.  SIM banyak digunakan olch para manajer madya, dengan tujuan untuk mengendalikan kegiatan perusahaan agar dapat mencapai tujuan clan sasaran yang telah ditetapkan oleh manajer puncak.
f.   Data yang diolah melibatkan data masa Ialu dan data yang baru. Data masa yang akan datang lebih sering disebut sebagai data untuk analisis) akan banyak diolah oleh sistem pendukung keputusan dan sistem pakar.

Contoh 
Sistern informasi fungsional di dalarn perusahaan, biasanya dapat digolongkan ke dalm SIM. Sistem informasi manajemen tidak dapat berdifi sendiri, karena memerlukan input dari sistem lain (yaitu SM) clan menghasifican informasi bagi sistern yang lain. Hubungan antara SIM dengan sistern sistern informasi yang lain dapat dihhat pada gambar berikut.
Masing masing sistern informasi yang berhubungan dengan SI9 mempunyai tugas pokok sebagai berikut. Di tiap perusahaan tugas ini dapat saja berbeda. Berbagai sistem informasi yang diuraikan pada tabel di atas, sistem informasi manajemen Memiliki kaitan'yaiig sangat erat. Basis data yang digunakan oleh masing inasing sistem tersebut saling terkait. Sebagai contoh, SIM dapat menghasilkan informasi: karyawan mana saja (data pokoknya ada di sistem inforinasi personalia) yang menghasilkan data pokoknya ada di sistem informasi Perbankkan. schingga dapat diketahui berapa laba yang diperoleh dari sistem perbankkan.

Minggu, 20 Oktober 2013

Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen


PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
·        
 Pengertian Sistem Informasi Manajemen :
Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya.

TUJUAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
·        
 Tujuan Sistem Informasi  Manajemen :
1.     Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
2.     Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
3.     Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
    
 PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI
·        
 Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) :
Sebelum pertengahan abad ke-20, pada masa itu masihdigunakan kartu punch, pemakaian komputer terbatas pada aplikasi akuntansi yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Pada tahun 1964, komputer generasi baru memperkenalkan prosesor baru yang menggunakan silicon chip circuitrydengan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Untuk mempromosikan generasikomputer tersebut, para produsen memperkenalkan konsep sistem informasi manajemen dengan tujuan utama yaitu aplikasi komputer adalah untuk menghasilkan informasi bagi manajemen. Konsep SIM ini dengan sangat cepat diterima oleh beberapa perusahaan dan institusi pemerintah dengan skala besar seperti Departemen Keuangan.
Sementara konsep SIM terus berkembang, Morton, Gorry, dan Keendari Massachussets Institute of Technology (MIT) mengenalkan konsepbaru yang diberi nama Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems - DSS). DSS adalah sistem yang menghasilkan informasi yang ditujukan pada masalah tertentu yang harus dipecahkan atau keputusan yang harus dibuat oleh manajer.

 CONTOH PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEME

·         Pengertian Sistem Informasi rumah sakit:
1.     SIM adalah perangkat prosedur yang terorganisasi apabila dijalankan akan memberikan umpan balik dan informasi kepada manajemen tentang masukan, proses, dan keluaran dari suatu siklus manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian.
2.     SIM merupakan sebuah sistem mesin pemakai yang terintegrasi yang menyediakan informasi untuk menunjang operasi manajemen dan fungsi-fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat keras dan lunak komputer, dan prosedur-prosedur manual;model-model untuk analisis, perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan; dan suatu “database” (Gordon B.Davis dan Margareth H.Olson).
3.     Management Information System is a spesifically designed communication system in which data are gathered, stored, analyzed, formulated, and reported to manager (Rakich-Longest-Darr).
Sistem Informasi Manajemen Rumah sakit adalah sebuah sistem komputerisasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan tepat. sistem informasi rumah sakit umumnya mencakup masalah klinikas (media), pasien dan informasi-informasi yang berkaitan dengan kegiatan rumah sakit itu sendiri.

Tujuan Sistem Informasi rumah sakit itu sendiri  :
1.     Lebih menigkatkan pelayanan rumah sakit
2.     Agar data-data yang ada dalam rumah sakit tersusun rapih.
3.     Kemudahan dalam pencarian data obat, pasien dll yang berhubungan dengan rumah sakit.
4.     Meningktakan citra pelayanan rumah sakit.

Mekanisme Kontrol:
Mendukung pengendalian mutu pelayanan medis, penilaian produktivitas, analisis, pemanfaatam dan perkiraan kebutuhan, perencanaan dan evaluasi program, menyederhanakan pelayanan, penilaian klinis, sistem ini berguna untuk menunjang proses fungsi fungsi, manajemen dan pengambilan keputusan dalam memberikan pelayanan kesehatan dirumah sakit.
Sistem Informasi Manajemen merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan teknologi informasi yang terintegrasi dan di intergrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen, sehingga dalam tahapannya akan membuat bebrapa SOP baru guna menungjang kelancaran penerapan Sistem yang tertata dengan rapih dan baik.
Berdasarkan definisi di atas, maka kita dapat membagi Sistem Informasi Manajemen menjadi 5 komponen utama guna menunjang terlaksanana penerapan sistem informasi yang benar dan sesuai kebutuhan:
1.     Software (Sistem Informasi Manajeman Rumah Sakit)
2.     Hardware (Perangkat Kerasa berupa Komputer, printer dan lainnya)
3.     Networking (Jaringan LAN, Wireless dan lainnya)
4.     SOP (Standar Operasional Prosedur)
5.   Komitment (Komitmen semua unit/instalasi yang terkait untuk sama-sama mejalankan sistem karena sistem tidak akan berjalan tanpa di Input)
6.  SDM (sumberdaya manusia adalah factor utama suksesnya sebuah sistem dimana data diinput dan di proses melalui tenaga-tenaga SMD tersebut)
Sistem Informasi Manajemen saat ini merupakan sumber daya utama, yang mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing serta kompetensi utama sebuah organisasi dalam menyongsong era Informasi ini.
Di bidang kesehatan terutama Rumah Sakit sangat membutuhkan Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat untuk menyongsong Indonesia Sehat. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan agar Sistem Informasi Manajemen yang dibuat dapat teraplikasikan dengan sukses :
1.     Development Master Plancetak biru pembangunan harus dirancang dengan baik mulai dari survei awal hingga berakhirnya implementasi, yang perlu diperhatikan adalah terlibatnya faktor pengalaman dalam membangun pekerjaan yang sama, serta peran serta semua bagian dalam organisasi dalam mensukseskan Sistem Informasi Manajemen yang akan dibangun, master plan ini yang akan menjadi acuan pembuatan sebuah sistem untuk jangka waktu tidak terbatas.
2.     Integrated, dengan integrasi antar semua bagian organisasi menjadi satu      kesatuan, akan membuat sistem berjalan dengan efisien dan efektif sehingga kendala-kendala seperti redudansi, re-entry dan ketidakkonsistenan data dapat dihindarkan, dengan harapan pengguna sistem memperoleh manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, perubahan pola kerja dari manual ke computer akan menimbulkan efek baik dan buruk bagi seorang tenga medis.
3.     Development Team, tim yang membangun Sistem Informasi Manajemen harus ahli dan berpengalaman di bidangnya, beberapa bidang ilmu yang harus ada dalam membangun sebuah Sistem Informasi Manajemen yang baik adalah: Manajemen Informasi, Teknik Informasi, Teknik Komputer, dokter, perawat dan tentunya orang-orang sudah sudah berkecipung dibidang pengembangan sistem informasi manajeman khususnya rumah sakit (kesehatan).
4.     Teknologi Informasiketepatan dalam memilih Teknologi Informasi sangat penting dalam pembangunan, komponen-komponen Teknologi Informasi secara umum adalah Piranti Keras (Hardware), Piranti Lunak (Software) dan Jaringan((Network).
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih teknologi adalah :
·         Priceharga sesuai dengan Teknologi Informasi yang didapat.
·         Performance, diukur dari kemampuan, kapasitas dan kecepatan Teknologi Informasi menangani proses maupun penampungan data.
·         Flexibility, kemampuan Teknologi Informasi saling beradaptasi dan  kemudahan pengembangan di masa yang akan datang.
·         Survivability, berapa lama Teknologi Informasi mendapatkan dukungan dari vendor maupun pasar.
Yang paling penting adalah sesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kemasa depan tentunya.Selain mengikuti suatu siklus hidup, dalam pengembangan sistem informasi, perlu dilakukan beberapa pendekatan, seperti:
1.      Sistems Approach, pendekatan sistem merupakan pendekatan yang memperhatikan sistem informasi sebagai suatu kesatuan yang utuh terintegrasi dengan semua kegiatan-kegiatan lain di dalam organisasi. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi, tidak hanya memperhatikan sasaran dari sistem informasi saja.
2.     Top-Down Approach, pendekatan ini dimulai dari tingkatan atas organisasi (strategic planning level), yaitu dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi dapat ditentukan, maka proses turun ke penentuan output, input basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan dari atas ke bawah ini sesuai dengan pendekatan sistem.
3.     Modular Approach, pendekatan moduler memecah-mecah sistem yang rumit menjadi bagian modul-modul yang lebih sederhana. Sebagai akibatnya, tiap-tiap modul dapat dikembangkan dalam waktu yang tepat sesuai dengan yang direncanakan, mudah dipahami dan mudah dipelihara.
4.    Evolutionary Approach, pendekatan ini akan menghasilkan suatu sistem yang mampu beradaptasi dengan perkembangan-perkembangan organisasi di masa yang akan datang, sehingga didapatkan suatu sistem yang mempunyai biaya pemeliharaan yang rendah.
Secara besar sistem informasi harus dikelompokan pada kelas rumah sakit dan status rumah sakit,
1.     Rumah Sakit Vertikal
2.     Rumah Sakt Umum Daerah
3.     Rumah Sakit Umum Swasta
4.     Rumah Sakit Spesialist
Dengan dikelompokannya rumah sakit kedalam kelompok-kelompok diatas guna mempermudah sejauh mana tingkat kebutuhan sistem informasi terutama yang di dasarkan pada modular, modul-modul yang di gunakan oleh rumah sakit daearh tentu akan berbeda dengan rumah sakit vertical maupun swasta.
Kendala-kendala yang sering terjadi dilapangan saat implementasi adalah:
1.     Ketidak siapan rumah sakit dalam menerapkan sistem informasi yang terintergrasi dan berbasi kmputer.
2.   Penyajian data yang belum semua menjadi data elektronik yang akan memudahkan pada proses migrasi data.
3.    Komitment yang dilaksanakan secara bersamaan dan menyelur sehingga menimbulkan kekacaun pada data transakit.
4.     Koordinasi antar unit bagian yang terkesan mementingkan unit masing-masing.
5.     Berubah-ubahnya kebijakan.
6.     Mengubah pola kerja yang sudah terbiasa dengan manual ke komputerisasi.
7.     Pemahaman yang belum merata antara SDM terkait,

KESIMPULAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Berikut ini saya akan menyimpulkan mengenai SIM (Sistem Informasi Manajemen) bahwa informasi adalah pengolahan data menjadi suatu informasi dengan proses penyaluran data/informasi tersebut terdapat batasan-batasan. Sehingga dalam konteks SIM didapat sebuah domainnya, yaitu komputer. SIM (Sistem Informasi Manajemen) bukan merupakan hal yang baru, karena unsur-unsurnya yang berupa “Sistem”, “Informasi”, & “Manajemen” sering kita gunakan. Sistem merupakan kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan. Tujuan yang memberi maksud agar usahanya berjalan dengan lancar.
        Lalu, informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan sehingga menambahkan pengetahuan bagi pemakainya, menciptakan banyak kesempatan kerja di berbagai bidang, dll. Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya.
Oleh karena itu perusahaan harus memiliki kriteria-kriteria (critical success factors) dan ukuran-ukuran (performance indicators) yang dapat dijadikan sebagai barometer sukses tidaknya perusahaan dalam memiliki dan mempertahankan keunggulun kompetitif tertentu. Semua perusahaan besar ataupun kecil harus mempunyai kriteria dan ukuran untuk mencapai kesuksesan dan mendapat keuntungan yang sangat besar. Intinya bahasan ini menjelaskan tentang keunggulan-keunggulan teknologi pada masa era globalisasi yang akan memberikan pengaruh besar bagi kesuksesan semua perusahaan.
        Dengan adanya keamanan dan control dari Sistem Informasi yang sangat bagus maka sistem perdagangan yang menggunakan media elektronik banyak yang menggunakannya. Salah satu contoh yang menggunakan keamanan Sistem informasi adalah E-Commerce, yaitu dengan menggunakan media elektronik. Biasanya difokuskan pada internet. Kita tidak selamanya melakukan perdagangan dengan cara-cara lama. Dengan menggunakan media elektronik ini kita dapat lebih mudah dan juga lebih praktis dalam melakukan transaksi perdagangan. Maka, tidak harus bersusah payah lagi untuk mencari sesuatu dengan pergi langsung ke tempat-tempat penjualan. Dengan internet kita juga dapat mencari apa saja yang kita butuhkan, karena sekarang semuanya sudah terdapat di media elektronik.
       Sumber daya manusia memiliki perhatian khusus pada masyarakat global dan serikat buruh. Jasa informasi berhubungan dengan pemasok perangkat keras dan perangkat lunak. Manufaktur berhubungan dengan pemasok perusahaan san serikat buruh. Pemasaran terutama bertanggung jawab untuk berhubungan dengan pelanggan dan pesaing perusahaan.
     Demikianlah yang saya dapat simpulkan, intinya adalah suatu Sistem Informasi Manajemen dapat kita lakukan apabila kita mengerti dalam hal pemakaian dan pemahaman suatu sistem tersebut, berdasarkan tuntutan kebutuhan maka banyak sekali model-model sistem yang berkembang pada zaman ini.